10 Kamera DSLR Terbaik di Indonesia 2019

Kamera DSLR TerbaikKamera merupakan salah satu media yang paling sering digunakan oleh seseorang dalam mengabadikan suatu objek atau momen tertentu. Jika dulunya kamera hanya dipandang sebagai media penting para juru foto atau juga awak media, sekarang ini justru kamera menjadi salah satu penunjang gaya hidup atau lifestyle yang dapat dikatakan kekinian. Bahkan dengan banyaknya merek kamera serta ragam harga yang ditawarkan, tidak sedikit orang yang benar-benar awam terhadap dunia fotografi pun akhirnya mencoba-coba untuk bermain-main di ranah foto seperti ini.

Sekilas mengenai perjalanan kamera analog sampai era digital

Beberapa dekade lalu, mungkin yang banyak orang kenal adalah kamera-kamera analog yang menggunakan film atau klise dan harus melalui proses cetak terlebih dahulu untuk mengetahui hasilnya. Kamera-kamera analog ini meliputi compact camera, TLR dan juga SLR.

Namun seiring dengan perkembangan kamera analog tersebut, muncul kamera berjenis polaroid yang menawarkan hasil cetak instan sesaat seseorang menekan tombol shutter pada kameranya. Sayangnya, kamera polaroid ini hanya bertahan beberapa tahun saja karena tidak mampu melawan kedigdayaan kamera analog.

Era analog pun akhirnya secara perlahan memudar tatkala diciptakannya model kamera pocket atau juga dikenal dengan istilah kamera saku (pocket camera) yang memiliki ukuran lebih kecil walaupun sama-sama pada saat itu belum dapat langsung diketahui hasilnya atau dengan kata lain masih harus melalui proses cetak di kamar gelap terlebih dahulu.

Setelah itu para produsen kamera poket pun mulai berpikiran untuk meninggalkan era analog untuk menggunakan yang lebih efisien lagi, yaitu memakai model digital yang dapat menampilkan hasil sebelum mencetaknya. Bahkan foto-foto yang dihasilkan pun dapat dihapus dan diganti dengan yang baru jika tidak berkenan di hati.

Persaingan antara kamera-kamera analog dengan kamera poket pun berlangsung cukup lama sebelum akhirnya diciptakannya kamera prosumer atau dikenal juga dengan istilah bridge camera yang memiliki kemampuan setingkat lebih tinggi di atas kamera pocket.

Dan akhirnya Nikon melalui produknya yang bernama Nikon F3 hadir sebagai kamera Digital Single Lens Reflect atau DSLR pertama di dunia dan kemudian diikuti oleh sang kompetitor abadinya, Canon, serta beberapa pabrikan kamera lainnya seperti Sony, Pentax Olympus sampai dengan Fujifilm.

Walaupun rata-rata kamera DSLR memiliki ukuran cukup besar dan juga sedikit berat, akan tetapi tidak membuat orang-orang yang gemar dengan dunia fotografi menganggapnya sebagai suatu masalah yang berarti. Dan lagi, ketika sekarang sudah muncul jenis kamera lain seperti action cam, smartphone berkamera sampai dengan kamera mirrorless, kamera DSLR memiliki pasar dan penggemar tersendiri.

Untuk ringkasnya, silahkan lihat tabel di bawah ini untuk membandingkan 5 pilihan teratas kami untuk kamera DSLR. Untuk lebih detailnya, silahkan baca di artikel ini selanjutnya.

GAMBARPRODUKINFOCEK HARGA
Nikon D750Nikon D750
  • Dimensi: 14x11,3x7,8 cm
  • Berat: 750 gr
  • Resolusi: 24,3 MP
  • Sensor: Full Frame CMOS
  • Fitur: Expeed 4, built-in Wi-Fi, tilting LCD monitor
Cek Harga di Blibli Cek Harga di Bukalapak Cek Harga di Tokopedia
Nikon D7500Nikon D7500
  • Dimensi: 13,6x10,4x7,3 cm
  • Berat: 720 gr
  • Resolusi: 20,9 MP
  • Sensor: APS-C CMOS
  • Fitur: Expeed 5, Snapbridge App
Cek Harga di Blibli Cek Harga di Bukalapak Cek Harga di Tokopedia
Canon EOS 77DCanon EOS 77D
  • Dimensi: 13,2x9,9x7,6 cm
  • Berat: 493 gr
  • Resolusi: 24,2 MP
  • Sensor: APS-C CMOS
  • Fitur: built-in Wi-Fi with NFC, bluetooth LCD, Rear Quick Control Dial
Cek Harga di Lazada Cek Harga di BliBli Cek Harga di Bukalapak
Canon EOS 800DCanon EOS 800D
  • Dimensi: 13,2x9,9x7,6 cm
  • Berat: 737 gr
  • Resolusi: 24 MP
  • Sensor: APS-C CMOS
  • Fitur: Live View Mode
Cek Harga di Lazada Cek Harga di BliBli Cek Harga di Bukalapak
Canon EOS 6D Mark IICanon EOS 6D Mark II
  • Dimensi: 14,4x11x7,4 cm
  • Berat: 685 gr
  • Resolusi: 26,2 MP
  • Sensor: Full Frame CMOS
  • Fitur: Dual Pixel CMOS AF, Vari-angle touch panel LCD monitor
Cek Harga di Lazada Cek Harga di BliBli Cek Harga di Bukalapak

Kamera DSLR vs Mirrorless

Sekarang ini, kamera-kamera jenis mirrorless sedang mengalami peningkatan dalam popularitas, bahkan mungkin dapat dikatakan menjadi pesaing terkuat bagi kamera-kamera DSLR. Dikarenakan hal itulah kerap sekali muncul pertanyaan lebih bagus mana antara kamera DSLR dengan kamera mirrorless. Untuk menjawabnya, maka beberapa poin di bawah ini dapat dijadikan sebagai parameternya.

Ukuran dan berat

Tentu saja dikarenakan dari tampilan luar saja berbeda, maka dapat dikatakan bahwa kamera mirrorless memiliki ukuran lebih kecil dan bobot tidak seberat kamera DSLR. Dikarenakan hal itulah, maka para pecinta mirrorless akan lebih leluasa dalam bergerak karena effort yang digunakan tidak sebesar ketika membawa kamera DSLR.

Lensa

Lensa kamera DSLRUntuk saat ini dapat dikatakan bahwa kamera DSLR masih menang untuk masalah kelengkapan dan keragaman lensanya, namun tidak menutup kemungkinan dalam beberapa tahun lagi para produsen kamera mirrorless akan menciptakan lensa-lensa khusus untuk kamera mungil yang memiliki ragam fungsi atau fasilitas.

Autofocus

Bukan menjadi satu hal yang aneh apalagi salah jika mengatakan bahwa autofocus pada kamera DSLR lebih baik dibandingkan dengan yang ada di kamera mirrorless. Hal itu disebabkan terdapatnya phase-detection yang akan tracking semua object yang tertangkap oleh lensa, sedangkan pada kamera mirrorless lebih mengandalkan pada sensornya. Dikarenakan hal itu, untuk lebih cepat mendeteksi dan menangkap objek, maka kamera DSLR adalah jagonya.

Video

Mungkin untuk masalah video, kamera mirrorless yang dapat dikatakan sebagai pemenangnya jika dibandingkan dengan kamera DSLR. Hal itu dikarenakan memang rata-rata kamera mirrorless diciptakan untuk urusan pengambilan video walaupun juga dapat digunakan untuk memotret. Terlebih lagi sekarang sudah ada banyak sekali produk kamera mirrorless yang dapat hasilkan video dengan kualitas 4K, sedangkan baru ada beberapa saja di kamera DSLR yang mampu melakukannya.

Baterai

Untuk urusan baterai, mungkin para produsen kamera mirrorless harus lebih banyak melakukan penelitian dan uji coba lagi karena memang terbukti dengan waktu pengecasan yang sama dan dengan menggunakan mode setara, baterai pada kamera DSLR lebih tahan lama.

Tips memilih kamera DSLR

Pada dasarnya, tidak ada patokan atau ketentuan baku terkait dengan apa yang harus dilakukan atau tipe kamera apa yang harus dibeli karena semuanya akan kembali ke selera masing-masing. Akan tetapi dengan tidak adanya ketentuan tersebut, tidak sedikit pula yang akhirnya harus kebingungan ketika akan membeli sebuah kamera DSLR. Untuk itulah, sebagai acuan dasar tipe atau jenis kamera apa yang harus dibeli, di bawah ini ada beberapa hal penting yang harus diketahui.

Tujuan

Tujuan membeli kamera DSLRTentu saja dalam memutuskan segala sesuatu dalam hidup harus diketahui terlebih dahulu mengenai tujuan utama untuk melakukannya, hal tersebut pun juga berlaku ketika akan membeli satu produk kamera DSLR. Ketahui terlebih dahulu kenapa Anda ingin membeli kamera DSLR. Apakah untuk menunjang hobi, sebagai media pembantu pekerjaan ataukah untuk tujuan lifestyle semata.

Kenapa harus mengetahui terlebih dahulu tujuan utama sebelum membeli kamera DSLR karena hal tersebut memiliki kaitan dengan model serta harga kamera serta segala pernak-pernik termasuk juga lensa yang harus dibeli nantinya sebagai pelengkap.

Contohnya saja, jika hanya sebatas sebagai penunjang gaya saja dan kamera yang dibeli ternyata adalah yang berjenis full-frame, maka kedepannya akan merasa menyesal karena harga kamera jenis itu selain sangat mahal juga sangat sayang apabila hanya dipakai untuk tujuan sepele saja.

Begitu pula jika ternyata tujuan membeli kamera adalah untuk menunjang hobi atau sebagai media pembantu pekerjaan dan ternyata kamera yang dibeli adalah berjenis low-en, maka ada beberapa hal yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan kamera tersebut karena ketidakadaan fitur yang bersangkutan di dalamnya.

Merk

Setelah menentukan dan menetapkan tujuan kenapa harus membeli kamera DSLR, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memilih merek dan tipe kamera yang ingin dibeli. Sampai sekarang ini ada sangat banyak sekali merek kamera DSLR dan juga tipe-tipenya yang dijual di pasaran. Mulai dari low-end sampai dengan yang masuk kategori pro.

Dan mungkin kebanyakan pemula yang ingin membeli kamera adalah berdasarkan dari rekomendasi orang terdekatnya atau juga karena sering melihat iklannya di berbagai media, walaupun hal tersebut sah-sah saja dilakukan, namun akan menjadi satu kekecewaan tersendiri jika ternyata nantinya kamera yang dibeli tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Untuk itu, sebelum membeli satu model dari satu merek, maka ketahui terlebih dahulu fitur-fitur di dalamnya, kekurangan dan kelebihannya sampai dengan harganya. Setelah mengetahui informasi terkait kamera yang akan dibeli, langkah selanjutnya adalah membandingkan harga di setiap toko kamera yang menjualnya. Sebagai catatan, hampir semua toko kamera memiliki range harga yang berbeda.

Fitur

Seperti yang disebutkan di atas, sebagai bahan pertimbangan dalam membeli kamera, maka fitur adalah salah satu faktor yang harus menjadi pemikiran utama. Alasannya adalah dengan kelengkapan fitur, seperti besaran ISO, kecepatan dalam mengabadikan objek atau momen per detiknya sampai dengan besaran resolusi pada sensor lensanya, maka hal tersebut merupakan parameter paling tepat untuk membandingkan antara satu kamera dengan kamera lainnya sebelum benar-benar memutuskan membelinya nanti.

Ukuran dan berat

Ukuran dan berat kamera DSLRMemang cukup jarang ada orang yang mempertimbangkan masalah ukuran dan berat suatu kamera ketika ingin membelinya, namun mengetahui kedua faktor tersebut juga dirasa perlu karena berkaitan dengan tenaga yang harus dikeluarkan ketika memakainya dalam jangka waktu lama.

Harga

Nah, hal terakhir yang perlu diketahui bagi calon pembeli kamera DSLR adalah masalah harga. Kenapa harga masuk dalam kategori yang harus diketahui karena hal tersebut berkaitan dengan budget yang dimiliki. Menjadi satu hal yang aneh dan lucu jika hanya mempunyai budget terbatas, namun jenis kamera yang diinginkan adalah selevel profesional. Oleh karenanya, sesuaikan terlebih dahulu dana yang dimiliki dan baru mencari kamera yang sesuai dan tentunya diinginkan.

10 Rekomendasi kamera DSLR terbaik di pasaran Indonesia saat ini

Setelah mengetahui informasi mulai dari sejarah sampai dengan tips memilihnya, maka di bawah ini adalah 10 rekomendasi kamera DSLR terbaik saat ini.

1. Nikon D750

Nikon D750

Cek Harga di Blibli Cek Harga di Bukalapak Cek Harga di Tokopedia

Nikon D750 adalah salah satu produk Nikon kelas menengah yang dapat dikatakan paling bagus di antara semua model lainnya. Walaupun beberapa fitur yang dimiliki terkesan sama dengan yang dipunyai Nikon D810, akan tetapi fasilitas tambahan yang ada di dalamnya membuatnya sebagai gear andalan para pecinta fotografi pemula atau kelas tengah. Nikon D750 ini dilengkapi dengan sensor lensa yang memiliki besaran resolusi 24MP dan menawarkan kecepatan frame rate lebih tinggi dibandingkan dengan kamera-kamera non-profesional berlabel full-frame buatan Nikon lainnya. Ditambah lagi Nikon D750 ini adalah penyempurna dari model terdahulunya yang juga handal, yaitu Nikon D700.

Selain itu, Nikon D750 ini juga dilengkapi dengan kemampuan untuk memaksimalkan hasil ketika digunakan dalam mode perekaman video, termasuk juga fotografi tentunya, karena terdapatnya layar LCD pada bagian belakang yang mana dapat diatur dengan kemiringan tertentu. Dan dapat dikatakan bahwa Nikon D750 ini merupakan model dari Nikon dalam kategori full-frame pertama yang dilengkapi dengan layar LCD yang dapat diatur dan dimiringkan. Prosesor yang disematkan di dalam Nikon D750 ini adalah EXPEED 4 terbaru yang dapat meningkatkan sensitivitas ISO sampai mencapai 51.200 serta meningkatkan kecepatan shutter sampai 6.5 frame per second (fps).

Kelebihan :

  • Dapat digunakan oleh semua orang, baik pemula ataupun profesional
  • Sistem autofocusnya sangat bagus
  • Kecepatan shutternya mencapai 6.5 fps
  • Sangat tepat untuk dipakai dalam ajang aktif, seperti pernikahan atau olahraga
  • Dilengkapi dengan Wi-Fi

Kekurangan:

  • Walaupun tidak semua, akan tetapi banyak pengguna D750 mengeluhkan munculnya flare ketika memotret ke arah jatuhnya cahaya
  • Memory dapat lebih cepat habis ketika dipakai dalam mode continuous shot atau burst, terutama jika menggunakan format RAW

2. Nikon D7500

Nikon D7500

Cek Harga di Blibli Cek Harga di Bukalapak Cek Harga di Tokopedia

Nikon D7500 merupakan produk kamera DSLR dari Nikon yang dirilis untuk kali pertama pada tanggal 12 April 2017 lalu dan termasuk kamera jenis midrange APS-C yang beberapa fitur bawaannya mengadopsi apa yang terdapat pada Nikon D500, termasuk juga besaran sensor lensanya, yaitu 20,9MP. Dengan banyaknya fitur yang sama, maka tidak heran ada yang mengatakan bahwa Nikon D7500 ini adalah Nikon D500 dalam bentuk yang lebih kecil. Sistem AF yang terdapat di dalamnya sama seperti yang dimiliki Nikon D7100 dan Nikon D7200.

Dengan kecepatan shutternya yang mencapai 8 fps, maka penggunanya dapat menghasilkan 100 lebih foto dalam format JPEG atau juga 50 lembar dalam format RAW. Dikarenakan kecepatan shutternya cukup tinggi, maka Nikon D7500 ini sangat cocok untuk digunakan dalam aktivitas yang penuh dengan gerakan, seperti memotret orang yang sedang berolahraga, di sebuah konser musik dan sejenisnya. Untuk bagian belakangnya terdapat lensa LCD yang sudah mengadopsi teknologi touchscreen berukuran 3,2 inci. Ketika digunakan untuk merekam video, hasilnya sangat mengesankan, yaitu video dengan format 4K (UHD).

Kelebihan :

  • AF point-nya mencapai 51 titik
  • Shutter speed-nya sampai dengan 8fps
  • Video 4K (UHD)
  • Dilengkapi dengan Wi-Fi dan Bluetooth
  • Memiliki body yang ergonomis dan mudah digenggam dengan satu tangan

Kekurangan:

  • Hasil video 4K-nya akan sedikit terpangkas pada bagian sisi-sisinya
  • Sistem wirelessnya terkadang tidak berfungsi optimal
  • Walaupun memiliki 51 titik, akan tetapi dalam pencarian fokus di remang-remang cukup sulit

3. Canon EOS 77D

Canon EOS 77D

Cek Harga di Lazada Cek Harga di Blibli Cek Harga di Bukalapak

Memasuki awal tahun 2017 kemarin, Canon merilis satu produk kamera terbarunya yang diklaim sebagai ‘pembunuh’ kamera-kamera mid-entry dari pabrikan lainnya atau bahkan model-model Canon sebelumnya, yaitu Canon EOS 77D. Hal itu dikarenakan fitur bawaan yang dimiliki Canon EOS 77D ini sangat banyak walaupun ukurannya setara dengan kamera-kamera DSLR untuk pemula lainnya. Selain ukurannya yang lebih kecil, kamera satu ini juga cukup ringan, bahkan dapat dikatakan 11-12 dengan bobot yang dimiliki kamera mirrorless pada umumnya. Prosesor DIGIC 7 yang dimilikinya membuat Canon EOS 77D sangat nyaman dipakai baik oleh para profesional. Kehebatan dari DIGIC 7 tersebut dapat membuat hasil gambar atau video menjadi sangat berkualitas. Bahkan secara otomatis kamera akan dapat melakukan koreksi sendiri terhadap aberasi lensa, aberasi distorsi atau juga difraksinya. Selain telah menggunakan prosesor jenis baru, Canon EOS 77D juga telah dilengkapi dengan sensor APS-C 24MP serta Dual-pixel AF. Jadi, dengan terdapatnya banyak fitur serta kelengkapan lainnya itu, maka Canon EOS 77D tidak hanya handal ketika dipakai untuk memotret saja, melainkan juga bagus saat digunakan untuk merekam video.

Kelebihan:

  • Dilengkapi dengan prosesor terbaru DIGIC 7
  • Terdapat 45 titik untuk digunakan dalam mode AF
  • Mempunyai layar LCD tambahan
  • Dilengkapi dengan port khusus untuk microphone
  • Dilengkapi dengan Wi-Fi, NFC dan Bluetooth

Kekurangan:

  • Dikarenakan ukuran terlalu kecil, maka tidak nyaman dalam melihat hasil gambar
  • Belum support dengan video berkualitas 4K
  • Tidak dilengkapi dengan jack untuk headphone

4. Canon EOS 800D

Canon EOS 800D

Cek Harga di Lazada Cek Harga di Blibli Cek Harga di Bukalapak

Sejak dirilis pada bulan Februari 2017 lalu, Canon EOS 800D menjadi perhatian banyak pecinta kamera khususnya para Canonian atau sebutan bagi para pecinta produk Canon. Hal itu dikarenakan walaupun memiliki ukuran yang kecil, akan tetapi kualitas dan kemampuan yang dimiliki, tentu saja fitur-fitur di dalamnya, tidak kalah dengan kamera-kamera hebat atau yang berlabel full-frame pada umumnya. Canon EOS 800D ini dilengkapi dengan prosesor yang sama seperti yang digunakan oleh Canon EOS 77D, yaitu DIGIC 7. ISO maksimalnya mencapai 256000 dengan titik AF sebanyak 45 buah. Saat digunakan untuk continuous shot, kamera ini mampu mencapai 6 frame per second.

Casingnya terbuat dari campuran antara plastik keras polycarbonate dan aluminium alloy sehingga mampu meredam benturan minor. Hanya saja, desain dari Canon EOS 800D ini masih belum mengalami perubahan signifikan dan cenderung sama dengan model sebelumnya. Walaupun dikabarkan memiliki kemiripan dengan EOS Rebel T6i, akan tetapi Canon EOS 800D ini masih lebih ringan 20 gram.

Kelebihan:

  • Dilengkapi dengan sensor optik sebesar 24MP (APS-C/ CMOS)
  • ISO-nya cukup besar, 100 – 256000
  • Menggunakan prosesor DIGIC 7
  • Layarnya bertipe vari-angle yang dapat diputar-putar
  • Dilengkapi dengan Wi-Fi, NFC dan Bluetooth
  • Ringan

Kekurangan:

  • Desainnya masih sama seperti model-model terdahulu
  • Untuk perekaman videonya hanya sebatas Full HD, bukan format 4K
  • Viewfindernya relatif kecil

5. Canon EOS 6D Mark II

Canon EOS 6D Mark II

Cek Harga di Lazada Cek Harga di Blibli Cek Harga di Bukalapak

Bagi para pecinta kamera-kamera DSLR dengan label full-frame, mungkin Canon EOS 6D Mark II ini adalah yang paling tepat untuk dimiliki. Hal itu dikarenakan fitur lengkap yang dimilikinya sangat bagus dan membantu sekali bagi para fotografer profesional pada khususnya dalam beraksi. Secara umum, kamera satu ini kurang lebih masih sama seperti pendahulunya, Canon EOS 6D, hanya saja perbedaan terbesar adalah terdapat pada sisi fitur-fitur baru yang menjadi andalannya serta material casing yang dimilikinya. Canon EOS 6D Mark II ini menggunakan casing yang terbuat dari aluminium alloy serta plastik keras polycarbonate yang tahan terhadap debu, goresan dan benturan.

Di dalamnya terdapat 45 titik AF dengan sensitivitas paling bawah sampai dengan -3EV. Sistemnya adalah dual pixel CMOS AF dengan sensor optik sebesar 26,2MP. Prosesor di dalamnya juga sudah menggunakan yang terbaru, yaitu DIGIC 7. Layar pada bagian belakangnya berukuran 3 inci yang mana dapat diputar ke berbagai arah dan telah mengadopsi teknologi sentuh.

Kelebihan:

  • Sensor optiknya cukup besar 26,2MP
  • Menggunakan prosesor DIGIC 7
  • Terdapatnya sistem Dual Pixel CMOS AF
  • Mudah dalam penggunaan
  • Full-frame

Kekurangan:

  • Terlalu berat untuk ukuran kamera kelas menengah
  • Tidak support dengan format video 4K
  • Hanya ada satu slot untuk memory cardnya

6. Canon EOS 200D

Canon EOS 200D

Cek Harga di Lazada Cek Harga di Blibli

Mungkin banyak orang akan bingung dengan produk-produk dari Canon ini karena ada yang memiliki kode dengan nominal kecil akan tetapi masuk kategori hi-end ada pula yang dengan kode dengan nominal besar justru hanya untuk kalangan menengah. Salah satu contohnya adalah Canon EOS 200D ini. Walaupun memiliki kode nama dengan nominal kecil, akan tetapi justru kamera satu ini dapat dikatakan cocok untuk dipakai oleh para fotografer menengah sampai ‘kelas berat’ lainnya. Hal itu dikarenakan besaran resolusi sensor optik yang dimilikinya tidak kalah dengan model lainnya, yaitu 24,2MP. Bahkan sensor yang dipunyai sudah APS-C CMOS dengan prosesor DIGIC 7. Terdapat juga fasilitas Wi-fi, NFC dan Bluetooth dalam kamera ini. Untuk ISO-nya mampu mencapai 25600 yang mana dapat ditingkatkan sampai dengan 51200.

Ukuran dari kamera satu ini adalah 122,4 x 92,6 x 69,8 milimeter dengan bobot hanya 453 gram saja. Jadi cukup mudah dan ringan untuk dibawa berpetualang. Terlebih lagi casingnya yang terbuat dari plastik kerat polycarbonate dapat meminimalisir kerusakan akibat benturan minor. Layar pada bagian belakangnya bertipe liquid crystal display yang mampu menampilkan sampai dengan 1.040.000 poin.

Kelebihan:

  • Ringan
  • Sudah menggunakan prosesor DIGIC 7
  • Dilengkapi dengan Wi-Fi, NC dan Bluetooth
  • ISO-nya besar sampai dengan batas maksimal 51200

Kekurangan:

  • Tidak support untuk menghasilkan video dengan format 4K
  • Kecepatannya hanya sampai 5 fps saja
  • Terlalu kecil bagi pengguna yang memiliki tangan besar

7. Pentax K-3 II

Pentax K-3 II

Cek Harga di Blibli Cek Harga di Bukalapak

Mungkin di antara jajaran kamera-kamera DSLR, nama Pentax kurang begitu populer dan masih kalah dengan model-model keluaran Sony, Nikon ataupun Canon, hanya saja bukan berarti Pentax adalah produsen kamera biasa saja. Terbukti, perusahaan satu ini memiliki satu produk hebat yang sudah dirilis ke pasaran yaitu Pentax K3 II. Dikatakan hebat karena kamera tersebut sudah mengadopsi apa yang sedang tren di dunia fotografi modern sekarang ini, seperti melengkapinya dengan sensor optik sebesar 24MP, menggunakan 2 slot untuk memory sampai dengan besaran ISO-nya mencapai maksimal 51200.

Dua fitur lain yang kemungkinan tidak dimiliki oleh kamera-kamera lain pada umumnya adalah terdapatnya Magnetic Compass dan Three-Axis Accelerometer. Pentax K3 II ini juga telah dilengkapi port untuk microphone yang sangat bermanfaat saat dipakai dalam perekaman video.

Kelebihan:

  • Titik AF mencapai 27 buah
  • Berfiturkan Magnetic Compass dan Three-Axis Accelerometer
  • Dilengkapi dengan port microphone
  • ISO mencapai 51200

Kekurangan:

  • Berat
  • Modelnya terlalu kuno dibandingkan desain kamera pada umumnya
  • Belum support dengan format video 4K
  • Layar bagian belakangnya statis

8. Canon EOS 4000D

Canon EOS 4000D

Cek Harga di Lazada Cek Harga di Blibli

Canon EOS 4000D ini dapat dikatakan sebagai generasi penerus era EOS 1000D, 1100D atau 1300D sebelumnya. Jika digunakan oleh para pemula, mungkin kamera ini akan sangat cocok sekali karena sangat mudah dipakai dan tombol-tombolnya pun ditempatkan di lokasi yang tidak menyusahkan dalam pengoperasiannya. Hanya saja ketika digunakan oleh para fotografer profesional, maka akan terasa ada banyak hal yang kurang pada Canon EOS 4000D ini. Sedikit turun dari model-model Canon yang sudah disebutkan di atas, Canon EOS 4000D hanya dilengkapi dengan prosesor DIGIC 4+. Walaupun begitu sudah cukup untuk menghasilkan foto bagus dan berkualitas. Besaran ISO yang dimilikinya mencapai 3fps.

Sensor optiknya memiliki resolusi sebesar 18MP dengan sistem sensor APS-C CMOS. Terdapat 9 titik AF yang dapat digunakan. Kamera ini juga sudah dilengkapi dengan fitur Wi-Fi. Dikarenakan memang diciptakan untuk para pemula, maka tidak banyak fitur hebat yang dimilikinya. Format video yang support dengannya adalah Full HD.

Kelebihan:

  • Ringan
  • Desainnya mirip dengan model kamera full-frame
  • Mampu hasilkan foto bagus walaupun di tempat yang kurang pencahayaan

Kekurangan:

  • Tidak support dengan video berformat 4K
  • Resolusi sensor optiknya kecil, hanya 18MP
  • Prosesornya bukan yang terbaru

9. Sony SLT A65V

Sony SLT A65V

Cek Harga di Lazada Cek Harga di Tokopedia

Sony Alpha SLT A65V merupakan kamera DSLR buatan Sony yang cukup lama ditunggu-tunggu setelah kemunculan Sony Alpha A700. Kehadirannya bersamaan dengan dirilisnya Sony Alpha SLT A77 yang memiliki fitur lebih lengkap darinya. Walaupun dikatakan fiturnya masih kalah dengan yang dimiliki SLT A77, akan tetapi Sony Alpha SLT A65V sudah cukup mumpuni jika digunakan oleh para penggemar fotografi tingkat menengah.

Kamera satu ini hadir dengan balutan casing yang cukup bagus kualitasnya sehingga tidak mudah retak ataupun tergelincir dari genggaman. Untuk masalah penempatan tombol-tombolnya masih kurang lebih sama dengan model-model sebelumnya. Pada bagian belakang terdapat layar LCD berukuran 3 inci yang mudah diatur anglenya. Kualitas layarnya sangat bagus, walaupun digunakan di bawah sinar matahari sekalipun. Kelebihan yang dimiliki oleh Sony Alpha SLT A65V selain teknologi translucent mirror (SLT), kamera satu ini dilengkapi dengan banyak filter bawaan yang dapat langsung diaplikasikan tanpa harus copot-copot lensa atau pasang filter eksternal lainnya. Digunakan di daerah yang remang-remang atau kurang pencahayaan, bukan satu masalah untuk Sony Alpha SLT A65V.

Kelebihan:

  • Casing kuat dan terkesan kokoh
  • Dilengkapi dengan teknologi SLT
  • Pengambilan foto cepat sampai dengan 10 fps di resolusi maksimal 24.3MP

Kekurangan:

  • Masih belum support 4K
  • Terlalu banyak tombol pengoperasian yang membuat bingung

10. Pentax K-50

 

Pentax K-50

Cek Harga di Blibli Cek Harga di Bukalapak Cek Harga di Tokopedia

Dapat dikatakan bahwa Pentax K-50 merupakan kamera DSLR semi-pro yang cukup kuat dan tahan banting ketika digunakan di alam bebas. Kamera satu ini dilengkapi dengan sensor sebesar 16 MP dan prosesor PRIME M. Walaupun tergolong kamera jadul karena dirilis pada tahun 2013, akan tetapi Pentax K-50 masih cukup layak untuk bersaing dengan kamera-kamera DSLR mid-end keluaran terbaru sekarang ini.

Dengan sensor APS-C serta bertipekan CMOS, ditambah dengan ISO yang dapat mencapai 51600 maka Pentax K-50 cukup bagus dalam menghasilkan foto berkualitas. Hanya saja, kamera satu ini sedikit lebih berat dibandingkan dengan model-model Pentax lainnya karena memiliki bobot 650 gram. Hanya saja, bagi para pemula, Pentax K-50 sangat cocok untuk digunakan belajar karena cara pengoperasiannya sangat mudah.

Kelebihan:

  • ISO besar
  • Tahan banting
  • Tajam

Kekurangan:

  • Terkadang shutter speednya delay
  • Sedikit berat
  • Tidak dilengkapi dengan slot HDMI

Kesimpulan

Dari jenis-jenis dan merk kamera di atas, Nikon D750 dapat dikatakan sebagai kamera DSLR yang terbaik dan paling direkomendasikan untuk dibeli. Pasalnya, kamera tersebut memiliki fasilitas atau fitur yang cukup lengkap dan melebihi apa yang dipunyai Nikon D810 yang sempat menjadi ‘raja’ dari semua DSLR yang ada di pasaran sebelumnya.

Tidak hanya itu saja, Nikon D750 juga sangat mudah digunakan baik oleh para pemula ataupun para profesional. Besaran ISO-nya pun juga cukup untuk dipakai di area yang kurang pencahayaan. Bahkan ketika dipakai untuk memotret dengan sudut yang sulit pun, bukan menjadi satu masalah mendasar bagi Nikon D750.

Tinggalkan komentar

shares